Sen. Jul 15th, 2024

Peran Mahasiswa dalam Pembudayaan Literasi

3 min read
Source: unsplash.com

“Pemikiran mahasiswa yang amat kritis tidaklah terlepas dari hasil ekstraksi membaca. Gerakan literasi yang dilakukan mahasiswa bukan hanya akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia saja, akan tetapi juga berdampak pada pembangunan pendidikan yang semakin baik bila pada setiap jenjang pendidikan diadakan gerakan literasi secara berkala”

             Baca-tulis tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipecah belah. Tingkat intelektual seseorang dapat diukur dengan seberapa sering ia membaca dan menulis. Karena tidak semua orang yang memiliki daya pikir baik dapat mengungkapkan isi pikirannya dengan baik pula. Pada sebuah sumber yakni World Most Literate Nation’s tertera bahwa tingkat membaca negara Indonesia terletak pada urutan ke-60 dari 61 negara di dunia. Miris? Memang. Padahal literasi menulis dan membaca telah dilakukan oleh kita sejak usia dini. Akan tetapi kenyataan yang dihadapi malah sebaliknya, masyarakat umum yang salah kaprah dan mengganggap bahwa keterampilan menulis dianggap tidak lebih penting, karena tidak setiap orang akan menjadi penulis pada akhirnya membuktikan bahwa masyarakat awam tidak menyadari makna penting atas kedua kegiatan itu.

Program pemerintah tentang Gerakan Literasi Bangsa (GLB) telah menjadi bukti konkret bahwa negara ini sangat membutuhkan membaca dan menulis sebagai proses memajukan intelektual masyarakat. Tetapi, sebuah program tanpa dukungan dan gerakan hanya akan menghasilkan sebuah omong kosong belaka. Dengan menulis setiap orang didunia ini yang tanpa mengenal usia dan gender dapat menyalurkan berbagai aspirasinya kepada negara secara bebas terutama bagi mahasiswa yang jelas merupakan generasi penerus bangsa.

Mahasiswa tentu amat berperan besar dalam menyumbang setiap gerakan dalam masyarakat. Peran mahasiswa yang tidak terbatas menjadikannya sebagai penggerak utama dalam negara. Berbagai peran mahasiswa dapat dilakukan untuk menjadi awal perubahan dalam masyarakat. Bukan hanya dari aksi-aksi demo mahasiswa melainkan juga dari aksi baca-tulis mahasiswa yang secara nyata dapat mengubah pola pikir masyarakat awam tentang literasi baca-tulis itu sendiri. Membudayakan kegiatan baca-tulis dalam kampus adalah salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa dapat menjadi pelopor perubahan dengan daya pikir dan intelektual yang tinggi. Selain itu, sebuah kewajiban bagi kita sebagai seorang mahasiswa untuk membaca juga menulis.

Bukanlah sebuah kebetulan melainkan sebuah keharusan yang telah mendarah daging bahwa setiap mahasiswa untuk memiliki tingkat keilmuwan yang lebih tinggi dari setiap jenjang pelajar negeri ini. Tentu saja, tingkat keilmuwan yang tinggi merupakan sebuah hasil dari kegiatan yang dilakukan secara kontinu oleh para mahasiswa. Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang bagi sebagian orang dianggap remeh, dan bila dilakukan dengan intens akan berdampak besar yakni meningkatkan tingkat intelektual dan daya pikir seseorang. Jika kegiatan baca ini dilakukan, maka mahasiswa tidak akan kesulitan untuk menghasilkan sebuah tulisan dengan mutu yang berkualitas. Mahasiswa secara nyata dapat membuat gerakan literasi untuk menghasilkan generasi muda dengan pemikiran kritis.

Pemikiran mahasiswa yang amat kritis tidaklah terlepas dari hasil ekstraksi membaca. Gerakan literasi yang dilakukan mahasiswa bukan hanya akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia saja, akan tetapi juga berdampak pada pembangunan pendidikan yang semakin baik bila pada setiap jenjang pendidikan diadakan gerakan literasi secara berkala. Peran aktif mahasiswa sangat dibutuhkan untuk senantiasa mendukung cita-cita negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 alinea ke-3 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, peran mahasiswa yang notabene adalah agent of change sudah sangat jelas menjadi promotor utama pada setiap perubahan negara di masa mendatang. Sudah seharusnya gerakan literasi dikalangan mahasiswa ini menjadi jalan perubahan bagi bangsa agar generasi muda dapat menentukan langkah negara kedepan dengan lebih baik. Mahasiswa adalah garda depan perubahan bangsa. Maka, dirasa sangatlah perlu untuk melakukan perubahan dari dalam kampus yang selanjutnya akan diteruskan keluar kampus hingga meluas ke masyarakat.

Anisah Zulfa

Alumni Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.