Sen. Jul 15th, 2024

PENDIDIKAN SALAH JALAN

2 min read

Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengembangkan potensi anak, mendidik anak, serta menjadikan anak lebih mengetahui jati dirinya. Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan metode-metode pendidikan anak bangsa.  

Saat ini, pemuda Indonesi sangat memprihatinkan. Banyak dari pemuda yang kurang respek terhadap proses belajar mengajar. Pembelajaran di sekolah hanya dijadikan sebagai formalitas belaka untuk mendapatkan ijazah, tanpa peduli ilmu yang akan diberikan. Berangkat pagi pulang sore, tanpa adanya semangat belajar di dalamnya. Jika masalah pendidikan ini tidak segera dicarikan solusinya, maka masa depan Bangsa akan menjadi taruhan.

Jumlah penduduk Indonesia kelompok umur 15-64 tahun (usia produktif) mencapai 183,36 juta jiwa atau sebesar 68,7% dari total populasi. Berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Menurut jenis kelamin, jumlah tersebut terdiri atas 134 juta jiwa laki-laki dan 132,89 juta jiwa perempuan. Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yakni lebih dari 68% dari total populasi. Baca selengkapnya

Banyak para siswa tak ingin meneruskan belajarnya pada jenjang yang lebih tinggi, akibat fakta pengangguran telah menjadi indikator kegagalan sekolah. Sehingga mereka lebih memilih bekerja daripada meneruskan pendidikan. Padahal, penyebab pengangguran bukan karena meneruskan pendidikan, tetapi karena ada yang salah dalam prosesnya.

Beberapa kesalahan itu, dapat dilihat saat hasil UN dijadikan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Sementara dalam dunia praktis mereka miskin pengalaman.

Bukan hanya sekolah, masyarakat juga seringkali menguatkan kesalahan dalam proses pendidikan. Mereka lebih takut anak-anaknya gagal meraih nilai tinggi, daripada gagal dalam bersosialisasi di dalam masyarakat.

Tujuan pendidikan untuk mempersiapkan masyarakat yang dapat hidup secara dinamis dalam masyarakat seringkali tidak tercapai.

Proses pendidikan yang dilakukan seringkali salah jalan. Salah satunya, karena tujuan pendidikan yang hakiki tidak menjadi acuan dalam perumusan dan pelaksanaan pendidikan.

Padahal, seandainya proses pendidikan berjalan dengan baik, mengingat jumlah usia produktif yang dimiliki Indonesia sangat banyak, maka bukan sesuatu yang mustahil, jika Indonesia menjadi bangsa yang unggul di segala bidang.

Berdasarkan itu semuanya, perlu kiranya seluruh pihak memikirkan ulang konsep pendidikan Indonesia yang sesuai dengan kondisi bangsa, selain hanya mencomot banyak konsep secara parsial. Wallahu a’lam.

Qanita Hafizah, Mahasiswi IDIA Prenduan, Wakil Aliansi Jurnalis Muda IDIA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.