Sen. Jul 15th, 2024

MENDIDIK DAN TUNTUTAN INSPIRING TEACHER MASA KINI

3 min read

Menjadi seorang guru memang mudah. Namun, menjadi seorang guru yang menginspirasi tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya guru merupakan orang yang digugu dan ditiru. Guru merupakan penyebab kemenangan atau kekalahan suatu umat. Karena pada hakikatnya mendidik terkait dengan kenyataan bahwa setiap guru dapat mengajar secara efektif, terutama pada aspek pendidikan.

 Pendidik dituntut untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang keahliannya, hal ini bertujuan untuk menjamin kualitas pendidikan. Selain sebagai media transfer pengetahuan, guru juga mempunyai peran lain, yakni membentuk kepribadian anak-anak.

Pembekalan sumber daya manusia pun melalui proses pendidikan dan pembelajaran menjadi salah satu pilihan atau solusi alternatif yang diharapkan mampu menyiapkan anak-anak yang profesional dan kompeten. Dengan proses pendidikan dan pembelajaran, diharapkan anak didik dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mendidik penuh inspirasi, saat ini dianggap penting dan harus  dilakukan agar kemampuan yang dimiliki dapat diterapkan secara nyata di dalam dunia pendidikan. Yang mana semua orang bisa saja menjadi seorang guru. Keberhasilan mendidik anak-anak dapat menjadi bukti bahwa guru itu profesional pada bidang pekerjaannya.

Pendidikan itu mempunyai tiga ranah kewajiban dan tugas yang harus dituntaskan agar bisa dikatakan berhasil, ketiga ranah itu yakni tiga aspek dasar yaitu, pengetahuan, keterampilan dan sikap positif dalam kehidupan.

Guru mempunyai peran penting dalam membentuk ranah kepribadian tersebut. Karena guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, mengabunggkan metode belajar namun juga harus mengenali dan memahami kepribadian para siswa karena pada dasarnya setiap siswa mempunyai kemampuan dan minat belajar yang berbeda. Terkait dengan minat belajar tersebut, siswa berminat atau tidak terhadap suatu materi pelajaran akan menunjukkan tanda-tanda tertentu.

Beberapa tanda-tanda tersebut seperti mengajukan pertanyaan, melakukan sangkalan atau bahkan sanggahan. Mengerjakan tugas lebih cepat dari target waktu yang telah ditentukan. Atau maju ke depan kelas sebagai demonstrator dan adakalanya juga bersedia berpartisipasi baik langsung maupun tidak langsung dalam suatu mata pelajaran. (hlm. 203)

Buku ini membahas tentang pentingnya kemampuan guru bagi anak didik di era disrupsi. Buku ini dilengkapi dengan pembahasan tingkat kesiapan para pendidik dan cara mendidik anak-anak serta cara meningkatkan kemampuan diri anak-anak dalam proses pembelajaran hingga cara membentuk Mindset Inspiring Teacher. Serta menjawab bagaimana cara meningkatkan kemampuan diri anak-anak melalui; keteladan, Strategi memikat anak dalam belajar, merangsang minat belajar, metode mengajar, hambatan anak-anak dalam belajar, menjaga medan magnet kesuksesan pengajaran.

Buku ini cukup menarik untuk dibaca dan cocok untuk dijadikan referensi dalam mengajar atau acuan bagi para tenaga kerja kependidikan. Dengan balutan cover yang memberikan sentuhan unik dengan warna dasar biru-hitam, membuat para pembaca penasaran akan isi dari buku ini.

Selain itu bahasa ilmiah yang penulis gunakan pun tergolong sederhana dan mudah dipahami bagi para pembaca dikalangan tenaga kependidikan dalam rangka menyiapkan para guru menjadi tenaga kerja yang handal dan professional serta menginspirasi para peserta didik. Serta penjelasan yang disertai dengan contoh yang mana membuat kita tidak hanya berkutat dengan teori saja melainkan bisa langsung mempraktekkannya. Ada pribahasa yang mengatakan bahwa “1000 kg teori akan kalah dengan 1 ons praktik” dapat diketahui dari sini bahwa seberapapun teori yang penulis ulas disini tidak akan berpengaruh jika tidak anda praktekkan secara langsung.

Ulasan penulis dalam buku ini, dapat memberikan gambaran dan pembentukan pola pikir bagi para pembacanya bahwa mengajar bukan sesuatu yang harus kita takuti dan bukan sebuah tantangan yang harus membuat kita lari, melainkan justru menjadi wahana pemacu dan pemicu semangat berkembangnya kemampuan kita para pendidik dan pengajar, untuk menyiapkan generasi-generasi muda yang handal dan profesional serta mampu bersaing dengan anak-anak asing melalui kompetensi sosial dan emosional dalam proses mengajar sehingga kelak menjadi teladan bagi para siswa-siswanya.

Siti Azhara, Mahasiswi IDIA Prenduan, anggota AJMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.