Sen. Jul 15th, 2024

Pionir Pembawa Perubahan; Dakwah Islam

4 min read

Dalam Islam, pemuda merupakan penggerak penting dalam roda kemajuan umat dan merupakan aset penting yang sangat berharga untuk sebuah peradaban islam. Hal ini berdasarkan Al-Qur’an dan hadist nabi , mengatakan bahwa masa muda seseorang adalah sebaik-baik masa dalam beramal. Sebagai seorang mukmin senantiasa kita bisa memanfaatkan waktu muda ini dengan sebaik mungkin.

Sejarah telah membuktikan bagaimana peradaban Islam telah menguasai dunia, Salah satunya peradaban Islam di Andalusia yang merupakan lampu penerang  bagi masa kegelapan yang  menyelimuti Eropa. Selain itu kita juga tidak pernah lupa akan kejayaan Islam pada masa Utsmaniyah, yang telah berhasil menguasai lebih dari sepertiga dunia serta kejayaan Islam pada masa Abbasiyah yang telah melahirkan tokoh tokoh luar biasa  dalam bidang ilmu pengetahuan yang telah tersebar di seluruh dunia. Sumber ilmu pengetahuan berawal dari perkembangan peradaban yang telah diberikan oleh Islam. Hal tersebut sudah cukup membuktikan bagaimana kiprah pendidikan dan pembinaan Islam dalam mendidik para pemudanya untuk menjadi penggerak dalam sebuah peradaban kemanusiaan.

Karakter Pemuda Pembawa Perubahan

Seperti yang kita telah ketahui, kebangkitan suatu umat identik dengan semangat para pemuda untuk menuju kondisi yang lebih baik, karena pondasi dasar terbesar suatu peradaban berada pada karakter pemuda. Peta sejarah telah membuktikan bahwa pionir pembawa perubahan selalu berasal dari golongan muda. Ini merujuk kepada potensi pemuda yang lebih meyakinkan dan cocok untuk mengemban predikat agent of change.

Islam telah menjelaskan bagaimana Allah memberikan kita figur pemuda-pemuda terbaik yang bisa dijadikan sebagai panutan terbaik untuk menghadapi peradaban yang semakin maju, seperti halnya kisah Ashabul Kahfi, para pemuda tersebut  merupakan pemuda yang luar biasa, mereka telah menyatakan ketakwaan kepada Allah swt. ketika mereka ditimpakan suatu ujian yang sangat berat, hadir seorang pemimpin yang zalim, sehingga mereka rela meninggalkan keluarga serta teman-teman mereka demi menyelamatkan akidahnya. Begitu pula dengan kisah Nabi Yusuf as., ketika ia didatangkan sebuah ujian yang sangat besar, dimana ia digoda oleh seorang wanita cantik yang merupakan istri dari seorang raja, akan tetapi ia rela meninggalkannya dan masuk ke penjara demi menyelamatkan akidahnya. Maka dari potret kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa Islam sangat menjaga akidah pemuda.

Sejarah juga telah mencatat, semua perubahan yang terjadi dalam peradaban dipelopori oleh pemuda, tentunya bukan pemuda yang lemah, bukan pemuda yang malas dan bukan pula pemuda yang mudah terbawa arus zaman, melainkan pemuda yang mau berjuang sungguh sungguh demi terciptanya peradaban luar biasa.

Tapi sesuai dengan realita yang terjadi, kondisi pemuda saat ini sangat memprihatinkan. Terlalu banyak pemuda yang tidak tahu diri, tenggelam dalam kebejatan moral, silau dengan kemajuan semu serta ikut ikutan dalam pesta kemajuan barat. Sebagai contoh banyak dari pemuda yang melakukan kasus aborsi, jaringan seks bebas, perampokan dan berbagai tindakan kriminal lainnya.  Dari contoh contoh kasus tersebut, sudah saatnya kita bangun dan mencari jalan keluar dari permasalahan ini,  kita harus bisa mengembalikan karakter pemuda kepada posisi yang akan menjadi pionir pembawa perubahan tanpa menyisakan kegersangan spritual.

Dakwah dan tarbiah

Setelah kita melihat berbagai macam problematika pemuda masa kini, mulai dari kemerosotan akidah yang terus terjadi mengakibatkan generasi pemuda pada saat ini berada pada titik kritis. Berbagai pendidikan kapitalis dan liberalis  telah terdoktrin pada sebagian besar generasi pemuda,  hal ini terjadi diawali dengan adanya konsep penghancuran melalui pikiaran atau yang biasa disebut dengan “ghazwul fikri”, merupakan senjata baru mereka  untuk merusak ideologi dan pemahaman para pemuda.  Setelah pemikiran pemuda kita rusak, mereka akan memanfaatkan pemuda kita untuk merusak dasar-dasar akidah Islam. Disamping itu kerusakan moral yang telah mengancam pemuda saat ini merupakan masalah besar yang harus dihadapi dengan cerdas dan bijaksana. Kita akan sangat malu, mana kala Islam yang dulunya menjadi pusat peradaban terbesar di dunia sekaligus telah memberikan sumbangan keilmuwan yang besar, tapi pada hari ini kita masih melihat bagaimana rusaknya moral generasi pemuda kita. Peradaban Islampun lambat laun akan hilang ditelan peradaban barat yang bersistemkan kemodernan dalam bentuk  kebebasan tanpa adanya batasan spritual.

Untuk mengatasi hal tersebut, Rasulullh telah mengajarkan kita bagaimana beliau mendidik para sahabat dengan sebaik-baik pendidikan. Abu Bakar dengan kedermawananya menginfakkan seluruh hartanya untuk Rasulullah demi dakwah dan perjuangan Islam, Umar bin Khattab yang paling ditakuti oleh kaum kafir Quraisy menjadi orang yang paling keras memerangi kaum musyrikin begitu pula dengan Utsman dan Ali.  Semua Keberanian dan kehebatan para sahabat  muncul karena didikan Rasulallah yang mengacu pada tarbiah dan dakwah. 

Dakwah dan tarbiah merupakan metode pendidikan yang diajarkan Rasulullah  beserta para sahabatnya untuk melahirkan generasi generasi umat terbaik, yang tidak hanya tangguh akan tetapi paham dengan segala permasalahan-permasalahan hidup sehingga pilar-pilar Islam bisa terwujudkan.

Islam telah mendorong umatnya untuk terus menerus meimba ilmu, mengamalkan setiap yang ia pelajari, serta mendakwahkan kepada orang-orang yang belum mengetahuinya.  Hal tersebut bertujuan untuk memperkaya wawasan dan juga mendorong untuk terus memberikan manfaat kepada umat manusia baik dari segi agama maupun dunia.

Kedudukan dakwah dalam Islam memiliki peranan yang sangat penting, karena ia merupakan asas bagi tersebarnya agama Islam. Jika tidak ada dakwah, maka Islam tidak akan tersebar, sehingga manusia tidaklah mendapatkan hidayah. Dakwah kepada Allah swt dengan mengaitkan antara agama dan syariat serta mengajak manusia kepada keadian dan kedamaian yang kafah.  sedangkan tarbiah dalam Islam merupakan roh bagi kehidupan untuk menggerakkan. karena dengannyalah akan terbentuk generasi umat terbaik  yang mampu mengatasi segala persolan yang sedang kita hadapi. Solusi terbaiknya adalah dengan mengembalikan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam membimbing generasi untuk menyongsong kebangkitan umat dimasa yang akan datang.

*Baiq Wahyu Diniyati H,Mahasiswi Fakultas Tarbiyah/PBA Institut Dirosat Islamiyah Prenduan

*Tulisan ini pertamakali terbit di Radar Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.