Sen. Jul 15th, 2024

Syaf Anton WR: Penulis dan Seniman Harus Manfaatkan Kecanggihan

1 min read

Pengurus baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep menyelenggarakan acara Seminar Seni dan Sastra di Era Digital, Jumat (30/08) di lantai III Gedung Rektorat IDIA Prenduan.

Acara yang merupakan rangkaian ORIESA (orientasi kepenulisan ilmiah dan sastera) dan OREMA (orientasi mahasiswi pecinta seni dan budaya), menghadirkan budayawan Jawa Timur, Syaf Anton WR sebagai pemateri.

Di sela-sela acara, Syaf Anton menyampaikan agar penulis dan mahasiswa mempersiapkan diri untuk aktif membaca dan memanfaatkan kecanggihan digital.

“Manfaatkan semua bahan online untuk menulis, kita tidak boleh menolak perkembangan zaman karena dapat digunakan secara positif agar tidak tertinggal,” pesan Syaf Anton kepada para peserta.

Hal tersebut, disampaikan karena menurut Syaf Anton, orang Indonesia lebih suka bacaan-bacaan yang lucu, unik dan aneh-aneh. Sehingga yang dibaca bukan konten berkualitas. Menurut hasil observasinya, bacaan yang unik-unik lebih laris daripada yang serius.

“Saat ini, baik yang lucu maupun yang bagus sudah ada dalam genggaman, tinggal bagaimana mempergunakannya. Jika dulu perlu membeli dan susah mengakses bacaan. Saat ini banyak bacaan di internet. Semuanya sudah semakin mudah. Tetapi jika mentalnya masih sama. kecanggihan itu tidak ada gunanya,” pungkas Syaf Anton.

Mengakhiri acara Syaf Anton mengatakan bahwa dirinya sangat berharap mahasiswi IDAI Prenduan dapat serius menjadi seniman dan penulis, dirinya sebagai keluarga besar Al-Amien Prenduan dan dekat dengan Alm. KH. Muhammad Idris Jauhari sangat bertanggung jawab atas itu. (Qanita/AJMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.