Sel. Mei 28th, 2024

Penyuluhan Parenting, Ciptakan Keselarasan dalam Pengasuhan Anak

2 min read

P2M 2023-  Guna melaksanakan salah satu program kerja Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan, anggota P2M adakan program penyuluhan parenting bagi wali murid TKQ Al-Hidayah Desa Tentenan Timur Kecamatan Larangan, Kamis (16/11).

Acara yang mengusung tema “Pola Asuh Anak Usia Dini” ini, menghadirkan narasumber yang merupakan salah satu dewan pengasuh putri Al-Amien Prenduan, Ny. Hj. Nur Jalilah Dhimyati, Lc. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keselarasan pola asuh baik bagi para guru maupun wali murid itu sendiri.

Usth. Fadhilah S.Pd,. selaku kepala TKQ Al-Hidayah sangat mengapresiasi pengadaan penyuluhan parenting tersebut. yang mana acara tersebut sempat menjadi program rutin yang telah dilaksanakan di TKQ Al-Hidayah, namun sempat fakum sejak lima tahun silam.

“saya sangat mengapresiasi acara yang diadakan adek-adek KKN ini, karena pengetahuan mengenai parenting ini sangat penting untuk dimiliki oleh para ibu-ibu sekalian. Karena yang namanya ibu itu adalah madrasah al-ula bagi anak-anaknya.”

Ny. Hj. Nur Jalilah Dhimyati, Lc. juga menyampaikan apresiasinya pada peserta P2M, yang telah mau berkontribusi dalam pengadaan kegiatan penyuluhan tersebut.

“saya juga berterimakasih pada mbak-mbak P2M ini yang telah memberikan saya kesempatan untuk bermuajjahah bersama ibu-ibu sekalian di tempat yang insyaallah penuh barokah ini”.

Dalam paparannya Nyai lulusan Al-Azhar Kairo tersebut menyampaikan bahwa dalam mendidik seorang anak, orang tuanya harus memiliki niat yang kokoh untuk memanusiakan manusia. karena seorang anak adalah manusia yang harus di didik agar bisa menjadi manusia yang sesungguhnya.

“dulu bapak saya pernah bilang sama saya. Lu nanti harus jadi orang, jangan jadi orang-orangan!” tutur Nyai Kelahiran Betawi tersebut.

Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan beberapa tips guna mewujudkan putra putri yang sholeh sholehah dalam keluarga dianataranya adalah, dengan adanya komitmen orang tua agar anak tidak terlalu diperkenalkan pada handphone.

“sekarang setannya udah deket, ada didalem kantong kita sendiri ya ibu-ibu..” pungkas beliau.

Tak hanya itu beliau juga menyampaikan bahwa orang tua harus menyediakan quality time bersama anak sesibuk apapun aktifitas yang dilaksanakan oleh seorang ibu khususnya. Kemudia seorang ibu pun harus mampu menjadi pendengar yang baik bagi seorang anak.

Di akhir tausiah nya Nyai asal Jakarta ini menyampaikan harapan agar penyuluhan parenting tersebut tidak hanya dihadiri oleh ibu-ibu saja, melaikan melibatkan para bapak-bapak yang bersangkutan. Agar dapat menciptakan keselarasan dalam mengasuh anak-anak dalam keluarga.(sr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.