Sab. Jun 22nd, 2024

Manusia yang Hidup

2 min read
Hidup sejatinya serupa perjalanan. Sesungguhnya kita hanyalah musafir yang berupaya memberi makna pada perjalanan singkat dan fana itu. maka mereka yang gemar melakukan perjalanan didalam hidup yang sebentar ini adalah mereka yang berpotensi untuk hidup sehidup-hidupnya.(hal.2)

Judul                   : Banyak Jalan Menuju Praha

Pengarang          : Anton Kurnia

Penerbit             : Shira Media

Tebal                   : 128 halaman

Cetakan              :Cetakan Pertama 2022

ISBN                    :978-602-7760-55-4

              What is the meaning of life? apakah hidup ini hanyalah tempat untuk bersenang-senang saja? apakah hidup ini hanyalah tempat menunggu sampai kematian tiba? atau hidup ini seperti ungkapan orang jawa hanya “mampir minum” atau mungkin hidup ini sama halnya dengan melakukan perjalanan? Jika demikian dari mana harus memulai dan kemana tujuannya?

              Banyak Jalan Menuju Praha adalah buku karangan Anton Kurnia seorang penulis dan penlancong. Yang telah mengunjungi banyak Kota di Jawa maupun Sumatera. Pada umur 10 tahun ia melakukan perjalanan Solo pertamanya dari Jakarta ke Bandung menggunakan Bus. Waktu berusia 12 tahun, ia melancong sendirian dalam perjalanan kereta api 14 jam dari Nganjuk, Jawa Timur, Bandung. Saat berumur 16 tahun ia telah berkelana sendirian  mengelilingi pulau Sumatera. Hinggah kini ia telah mengunjungi beragam kota di 20 negara di berbagai penjuru dunia dari Laos di Asia Tenggara sampai Polandia dibagian Timur Eropa.

              Melalui bukunya Anton Kurnia mengajak pembaca untuk mendalami makna kehidupan dengan mengambil pelajaran terhadap perjalanan-perjalanan yang telah dilakukan menjadikanya sebagai tempat bertemu banyak kejutan. Menjadikan perjalanan sebagai cara untuk melihat dunia, dari sudut pandang berbeda dengan yang biasa dilihat sehari-hari. dengan itulah, bisa mendapatkan sesuatu yang sebelumnya luput dari perhatian dan apresiasi dan mengumpulkan momen-momen personal seperti pertemuan dengan manusia, benda, tempat, dan suasana yang mengesankan. Terlepas dari baik atau buruknnya perjalanan yang pernah kita alami, seperti yang terdapat dalam bukunya tidak ada yang sia-sia. Kenangan menyenangkan menjadi harta karun bagi jiwa, sedangkan pengalaman buruk menjadi pelajaran hidup.

              Buku ini sangat cocok bagi mereka yang tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan perjalanan jauh, atau tidak memiliki pahlawan-pahlawan yang cukup banyak di dompet. Karena dengan membaca buku ini, pembaca akan di suguhkan berbagai keindahan negara-negara yang pernah dikunjungi penulis, ada banyak monumen, bangunan dan tempat-tempat bersejarah yang disajikan secara nyata, seolah setiap lembaranya terdapat pintu menuju tempat yang sedang dituangkan penulis dalam tulisannya.

              Buku ini disusun secara baik dan sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami. Deskripsi yang berada disetiap sub judul betul-betul menggambarkan setiap tempat yang pernah penulis kunjungi. Di halaman 68 “di sebelah kanan saya dipiashkan jalan aspal terbentang sungai Danube yang telah menggoda banyak seniman untuk berkarya sekaligus menjadi saksi sejarah dari masa ke masa, di sebelah kiri agak ke depan tampak di Gedung perlemen Hongaria yang megah dan indah, terletak di Pest menghadap ke sungai Danube bagunan ini dinyatakan sebagai situs warisan UNESCO,” ini merupakan contoh bagaimana penulis mendeskripsikan dengan bahasa yang sangat informatif kepada pembaca.

              Dengan membaca buku ini secara keseluruhan sama halnya telah melakukan perjalanan dan mancari makna kehidupan bersama penulisnya. Selain itu wawasan pembaca akan bertambah karena, di setiap sub judulnya, terdapat penjelasan sejarah yang disajikan secara informatif 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.