Sab. Jun 22nd, 2024

STOP SOK BENAR DAN SOK BIJAK!

1 min read

Sebagai makhluk sosial, kita tentu menginginkan dan mengharapkan pengakuan dari orang lain, Karena setiap manusia pasti memiliki rasa ingin diakui dan dianggap keberadaannya. Atas dasar semuanya itu, kita berlomba-lomba untuk melakukan berbagai macam cara untuk memperoleh pengakuan tersebut.

Sehingga tidaklah heran jika dalam keseharian kita menemukan orang bahkan diri kita sendiri yang selalu melirik kehidupan orang lain untuk mencari kesalahan-kesalahan orang lain tersebut. Jika telah menemukan satu celah kesalahan maka di sanalah rasa paling benar mulai ditampilkan kalimat-kalimat yang seakan bijaksana mulai dilontarkan.

Haruskah kita seperti itu?

Ketika kita ingin menyelami diri kita sendiri, maka untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain tidaklah perlu kita menjadi orang yang sok benar dan sok bijak. Karena tanpa yang demikian itu kita telah mengakui diri kita maka pasti orang lain juga akan mengakui siapa kita.

Mengutip sebuah kata “Jika kamu merasa paling benar dan paling hebat dari semuanya, maka sesungguhnya kamu sedang berada dalam masalah yang besar”.

Menafsirkan makna kata-kata di atas bahwasanya  kita tidak harus menjadi rembulan yang menampakkan cahaya dari pantulan matahari, namun kita hanya perlu menjadi kumbang yang berbaur untuk menciptakan cahaya-cahaya yang indah di malam hari.

Jadi pada intinya berhentilah kita menjadi orang yang sok benar dan sok bijak, biarkan kebenaran dan kebijaksanaan itu terlahir dari cara kita menyikapi dan menyempurnakan kekurangan dalam diri kita sendiri, bukan dari cara kita menyikapi kesalahan orang lain.

More Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.