Sab. Jun 22nd, 2024

Peserta P2M IDIA Prenduan Gandeng BUMDES Adakan Pengolahan Pangsit Mangga

2 min read

IQRA’ IDIA– Sebagai salah satu bentuk program kemasyarakatan Peserta Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) IDIA Prenduan melakukan inovasi atau terobosan melalui pemanfaatan aset desa yang ada di Napo Laok Kecamatan Omben Sampang. 

Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan yaitu melakukan pengolahan pangsit mangga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Napo Laok. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 November 2021 yang bertempat di Balai Desa Napo Laok.

Proses Pengolahan Pangsit Mangga Bersama Peserta P2M IDIA Prenduan dan Ketua BUMDES Al-Bustan Nyai. Nurul Mabruroh, S.Pd.

Dalam kesempatan ini, ketua Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Nyai Nurul Mabruroh, S.Pd. sangat mengapresiasi bentuk program pemberdayaan masyarakat Napo Laok yang dilakukan oleh para peserta P2M IDIA Prenduan yang berupa pengolahan pangsit mangga.

“Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan adanya ide dari kawan-kawan peserta P2M IDIA Prenduan, desa Napo Laok mempunyai camilan khas yakni Pangsit Mangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, ia berharap adanya inovasi produk yang diambil dari salah satu sumber daya alam Napo Laok yaitu mangga bisa membawa kemajuan bagi desa Napo yang tentunya nanti akan terus dikembangkan dalam hal proses pengolahan produk tersebut.

“Ke depan saya berharap saya atas nama BUMDES sangat ingin mengembangkan cita rasa pengsit ini bukan hanya mangga tapi juga berbagai varian rasa yang lain, nanas, pisang, dan sebagainya,” tambahnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Nyai Nurul, ketua Divisi Ekonomi Mudiuddin juga menyampaikan adanya pangsit mangga ini diharapkan bisa menjadi makanan khas Napo Laok yang nantinya akan terus dikelola secara berkelanjutan dan dikembangkan dengan sempurna, baik dari sisi rasa, kemasan, dan sebagainya.

Pengolahan Pangsit Mangga

“Saya ingin Pangsit Mangga ini ke depan bisa menjadi camilan khas Napo Laok yang bisa dikelola dengan baik, karena sejauh ini produk Pangsit Mangga masih perlu penyempurnaan yang harus senantiasa dikembangkan,” tambahnya.

Adapun bahan dasar pembuatan makanan khas Napo Laok yang berupa Pangsit Mangga ini, diantaranya mangga masak, Tepung Terigu, Tepung Tapioka, Kuninga Telur, Perasa Mangga, dan Gula Mentega.

Produksi Pangsit Mangga ini nantinya akan dikelola dan dikembangkan langsung dibawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES AL-BUSTAN) Napo Laok, dan menjadi makanan asli yang hanya bisa ditemukan di desa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.