Sab. Jun 22nd, 2024

Psikologi Transpersonal dan Spiritualitas

3 min read

            Realitas mutakhir menyatakan bahwa orang-orang sudah mulai kurang mempercayai pengaruh spritual dalam kehidupannya. Mereka menganggap proses spritual yang mereka lakukan hanyalah sebatas dimensi keagamaan tanpa adanya pemahaman mendalam terhadap pengaruh dari spritual itu sendiri.

Psikologi Transpersonal

Psikologi transpersonal merupakan aliran psikologi yang kecewa terhadap ketidakpekaan pakar psikologi terdahulu dalam menangkap peran spiritual dalam diri individu. Dalam psikologi modern jiwa dianggap sebagai fungsi dari proses otak yang material, Psikologi tradisional menganggap yang material adalah komponen terrendah, sedangkan jenjang  tangga tertingginya adalah spiritual ( self beyond-ego).  Jenjang kesadaran ini sejajar dengan jenjang realitas di mana dunia material adalah anak tangga terbawahnya dan spiritual merupakan realitas yang  paling tinggi dari kesadaran yang dimiliki oleh manusia.  

Psikologi transpersonal merupakan cabang ilmu psikologi yang membahas keadaan dan proses pengalaman manusia secara lebih mendalam dan luas, serta memiliki dimensi spiritual. Asumsi umum dalam psikologi transpersonal adalah pengalaman transpersonal melibatkan kesadaran yang lebih tinggi pada diri individu. Individu diarahkan untuk mencapai tahap kesadaran tertinggi (altered state of consciousness) terhadap kondisi dirinya sehingga individu dapat menyadari penyebab dari permasalahannya, yang selanjutnya dapat diketahui solusi yang tepat untuk penanganannya (Vaughan, 1979).  Gagasan dasar psikologi transpersonal mencoba melihat manusia selaras dengan pandangan religius, yaitu sebagai makhluk yang memiliki potensi spiritual, yang bersifat ketuhanan. Teknik yang digunakan dalam psikologi transpersonal berhubungan dengan ritual-ritual yang dijalankan dalam tradisi-tradisi keagamaan, dengan cara pandang holistik, yang pada akhirnya akan membawa pengaruh yang kuat antara tubuh, pikiran, dan jiwa

Konsep Psikologi Transpersonal

Psikologi transpersonal  berfokus pada dimensi spiritual manusia yang dianggap bahwa dalam dimensi tersebut ternyata mengandung berbagai potensi dan kemampuan yang luar biasa yang kadang diabaikan. Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari, agama Islam menganjurkan pemeluknya untuk melakukan ibadah sholat malam atau biasa disebut dengan tahajjud. Dalam kajian psikologi transpersonal, orang yang merasa sangat dalam ketika menjalankan ibadah, khusyu’ dalam kesunyian, menyadari atas apa yang telah dilakukan baik berupa kebaikan atau keburukan serta berserah diri pada Tuhan yang menciptakannya. Dalam kondisi tersebut ia telah memasuki konsep psikologi transpersonal, karena telah mengalami suatu pengalaman spritual yang hanya bisa dinilai dan dirasakan secara pribadi, memiliki perasaan takjub terhadap segala keindahan dan keagungan yang diciptakan Allah sehingga ia merasa kecil dan hina, dan berusaha menyembahNya dengan sebaik-baik penyembahan baik karena perasaan takut maupun perasaan cinta.

Dari kisah tersebut dapat diungkapkan bahwa keindahan dan ketenangan yang dirasakannya ketika menjalankan shalat tahajud atau shalat malam ialah sebuah dunia psikologi transpersonal dimana ia telah mengakui sesuatu yang spiritual dan hanya mampu dirasakan secara khusus oleh pribadinya sehingga ia mengakui sesuatu yang belum tentu diketahui dan dirasakan oleh orang lain.

Selain itu, Psikologi transpersonal juga mengarah pada kesadaran manusia, yang menunjukan bahwa diluar kesadaran manusia terdapat ragam dimensi lain yang luar biasa potensinya. Misalnya orang yang tahajjud seperti dijelaskan di atas, mungkin tidak semua orang yang beragama Islam menyadari makna yang didapat dari sholat tahajjud, tiap-tiap individu merasakan hal yang berbeda sesuai dengan keimannya. Dalam kondisi meyakini kebesaran Allah tersebut, sesorang yang masuk ke dalam dunia psikologi transpersonal berada dalam kondisi sadar, bukan dalam kondisi berkhayal ia merasakan keindahan yang dirasakannya secara pribadi tersebut secara sadar, dan dapat mengingatnya dengan jelas.

Dalam dunia kesehatan, psikologi transpersonal dapat digunakan oleh terapis dengan mengarahkan seseorang pada orientasi pengalaman hidup, khususnya dalam menyembuhkan orang yang berada dalam tekanan. Bisa dilakukan dengan cara banyak mendekatkan dan mengajarinya mengenai agama dan meminta untuk menjalankan hal hal yang berhubungan dengan ibadah atau hal hal spiritual yang nantinya akan memberikan ketenanangan tersendiri pada jiwanya, ketika ia sudah masuk dalam dunia psikologi transpersonal ia akan merasakan ketenangan karena telah memiliki rasa spiritual yang kuat di hatinya.

Konsep psikologi transpersonal sangat berkaitan dengan kegiatan-kegiatan spritual agama Islam, konsep ini memberikan perubahan-perubahan baru dalam dunia psikoterapi. Apakah kita sebagai umat Islam hanya menganggap hal tersebut biasa-biasa saja?, tentu saja tidak. Dalam agama Islam, kegiatan seperti sholat, puasa, dzikir, do’a, i’tikaf, pertaubatan dan lain sebagainya bisa memberikan ketenangan serta pengalaman pribadi yang luar biasa yang melampaui pandangan dari manusia biasa. Secara tidak langsung dengan melakukan pendalaman spritual kita akan memahami hakikat hidup itu sendiri, tidak lain hanya untuk menyembah kepadaNya dan menyadari kebesaran-kebesar yang telah diciptakanNya.

*Baiq Wahyu Diniyati H, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah/PBA Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan.

**Pertamakali terbit di Radar Madura Jawa Pos Grup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.