Sab. Jun 22nd, 2024

Membangun Budaya Literasi Kearifan Lokal

2 min read

Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep kembali mengadakan acara Studium Generale yang menjadi rutinitas tahunan. Kali ini mengangkat tema “Membangun Kampus Literasi di Era Disrupsi”.

“Kegiatan Studium Generale ini, merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di kampus kita, berangkat dari hal ini, tentu kita sama-sama yakin bisa memulai langkah membangun kampus literasi sesuai dengan yang kita cita-citakan.” ungkap Rektor IDIA Prenduan saat sambutan acara Studium Generale.

Acara Studium Generale kali ini, mendatangkan Kasi Penelitian dan Pengelolaan Hak Kekayaan Inteletual Kemenag RI, Dr. H. Mahrus eL-Mawa, M.Ag. Acara yang dilaksanakan dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GESERNA), dihadiri oleh Mahasiswa dan beberapa dosen IDIA Prenduan

Sebagai seorang pemakalah yang hadir dalam acara tersebut, Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag menyampaikan pentingnya membangun budaya literasi di era distruptif.

“Seperti yang kita ketahui bersama, era distrupsi mengalir cukup kuat dalam kehidupan, perkembangan ini mampu dan bisa melewati batas pengetahuan.”

Dalam penyampaiannya ada satu titik yang menjadi fokus makalah yang disampaikan dalam acara tersebut. Yaitu tentang membangun budaya literasi berbasis kearifan lokal. Pentingnya membudayakan literasi kearifan lokal merupakan langkah nyata yang memiliki tujuan demi mewujudkan kemaslahatan umat.  

“Literasi Kearifan lokal (local wisdom) tidak condong pada lingkup sektoral, tidak condong pada agama, akan tetapi literasi kearifan lokal merupakan bentuk nyata adanya toleransi dan kemaslahatan umat.” ungkap Dr. Mahrus pada pertengahan sesi Studium Generale.

Maka dari sinilah, kita bisa bersama melihat betapa penting nya membudayakan literasi kearifan lokal ini sebagai sebuah tindakan yang tercanangkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Dengan demikian kita bisa memahami dan berpikir global dalam beradaptasi di era ditruptif ini.

Sebagai sebuah budaya literasi yang harus dibangun, mengingat pentingnya penyesuaian diri di era distruptif yang semakin berkembang, tentu ada penumbuhan sikap yang harus ditanamkan sejak dini, guna menyeimbangkan perkembangan pengetahuan yang tanpa batas, yaitu sikap universalitas, humanitas, dan globalitas yang harus senantiasa beriringan. (As’ad/AJMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.